Enam Pertanyaan Imam Al Ghazali Kepada Muridnya
Pertema marilah bersyukur pada Allah SWT, tuhan yang telah memberikan
makhluqnya nikmat yang begitu banyak, hingga akal manusia tak mampu untuk
menghitung, walaupun berbagai alat canggih di dunia ini dikumpulkan untuk
menghitung nikmat yang Allah berikan kepada kita takkan mampu menghitung itu
semua, baik nikmat nampak maupun nikmat yang tak nampak oleh panca indra.
Olehnya tak ada alasan anak manusia di bumi ini untuk tidak bersyukur pada
robNya. Allah telah mengatakan hal ini dalam al quran:
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ
لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya: “Dan jika kamu
menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S.
An-nahal ayat 18).
Olehnya sungguh terlalu jika seorang
muslim di dunia ini yang hidup tapi mati, dalam arti hidup begitu saja tanpa
mengingat tujuan hidup, atau hidup yang penting happy tak peduli halal atau
haram, padahal Allah telah memberikan kita nikmat yang begitu banyak, dan Allah
tak mempunyai rasa bosan untuk semua itu, maka nikmat mana lagi yang engkau
dustakan.
Hadirin jamaah jum'at yang dirahmati Allah
SWT.
Marilah sejenak merenung betapa baiknya
Allah kepada kita namun kadang kita melalaikannya di setiap saat, walau demikian
tetaplah berusaha untuk mengingat Allah dengan cara bersyukur dan mentaati
segala aturan dan larangannya.
Suatu ketika imam al Ghazali pengarang
kitab berjilid-jilid ihyau ulumuddin, mengajukan beberapa pertanyaan kepada
muridnya-muridnya yang insya Allah pertayaan ini bemamfaat dan sangat rasional
menurut padangan syariat islam. Berikut pertanyaan-pertanyaan Imam Al
Gazali:
1. Apaka yang paling
ringan di dunia ini…..? ada yang menjawab “Kapas, angin, debu, dan dedaunan”.
Semua itu benarr kata imam al ghazali, tapi yang paling ringan di dunia adalah
“Meninggalkan Sholat”.
Kita
perhatikan realita saat ini, semakin sibuk seseorang dengan aktivitasnya
masing-masing namun kadang melalaikan sholat, yang demikian kawajiba betiap
muslim dan termasuk rukun islam. Namun seorang mukmin yang patuh pada Robnya
takkan meninggalkan sholat sesibuk apapun ia. Allah telah mengingatkan hal ini
dalam kitabnya yang suci.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا
تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ
ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Artinya”:Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu
melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka
mereka itulah orang-orang yang merugi.. (Surah Al-munafiqun Ayat 9). Dan masih
banyak lagi ayat lainya seputar sholat.
2. Apakah yang paling
berat di dunia…..?itulah pertayaan kedua imam Al Ghazali. Ada yang
menjawab “Besi dan gajah’’. Semua jawaban itu adalah benar kata imam Ghazali,
tapi yang paling berat adalah “MEMEGANG AMANAH”, amanah al
quran telah menjelaskan betapa beratnya amanah itu.
“Sesungguhnya Kami
telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya
enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya,
Tetapi manusia menyanggupi
permintaan Allah SWT,….” (Al Ahzab Ayar 72).
Hadirin jamaah jum'at yang dirahmati Allah
SWT.
3. Lalu Imam Al Ghazali melanjutkan
pertanyaannya, “Apakah yang paling jauh dari diri kita di dunia ini…?”
Murid-muridnya
menjawab “Negara cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang”. Lalu Imam Ghazali menjelaskan bahawa semua jawapan yang
mereka berikan itu adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "MASA
LALU". Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa
lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang
dengan perbuatan yang sesuai dengan Syariat.
Saya teringat perkataan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berikut
seharusnya menjadi renungan:
“Jika engkau berada di waktu sore, maka janganlah menunggu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang sakitmu dan manfaatkanlah hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Bukhari no. 6416).
4. Apakaha
yang paling dekat dengan dirikita di dunia ini…?” Murid-muridnya menjawab "orang tua, guru, kawan, dan
sahabatnya". Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu benar. Tetapi yang
paling dekat dengan kita adalah "MATI". Oleh sebab itu Allah
menerangkan hal ini dalam al quran “setiap yang bernyawa pasti akan mati.
(Ali Imran 185).
Setiap detik,
setiap nafas, kita harus siap kematian sudah pasti namun kapan? tak ada satupun
makhluk di bumi ini yang tahu, kita sebagai hamba Allah harus selalu siap dengan
membeperbanyak bekal (amal soleh) kerena itulah yang membahagiakan kita saat
mati kelak dan bermukin di alam akhirat.
Hadirin jamaah jum'at yang dirahmati Allah
SWT.
5. Imam Ghazali kembali meneruskan
pertanyaannya “Apakah besar di dunia ini..?”
Murid-muridnya menjawah
"gunung, bumi dan matahari". Semua jawaban itu benar kata Imam Ghazali. Tapi
yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU"
,Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa
kita ke neraka.
Jika mengamati Negeri pertiwi saat ini begitu banyak
godaan, terutama saat para kaum politikus menduduki jabatan, maka tak jarang
dari mereka tergiur dengan duit triluanan sehingga dengan gampang hawa nafsu
untuk korupsi tak jarang dilakukuan oleh mereka, semoga kita bisa mengontrol
diri kita dari nafsu-nafsu yang bisa menjerumuskan kita ke dalam
Neraka.
6. Pertanyaan terhir
dari Imam Ghazali kepafa muridnya “Apakah yang paling tajam di dunia
ini…?
murid-muridnya menjawab dengan serentak, "pedang".
Benar kata Imam
Ghazali, tapi yang paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA" Karena
melalui lidah, Manusia selalunya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya
sendiri. Marilaj kita menjaga lidah kita dengan memilih kata yang baik Karen
jangan sampai badan binasa karena lidah.
Khutbah Ke II
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
رَّبَّنَآإِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي
لِلإِيمَانِ أَنْ ءَامِنُوا بِرَبِّكُمْ فَئَامَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا
ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْعَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ اْلأَبْرَارِ.
رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَاوَعَدتَنَا عَلَىرُسُلِكَ وَلاَتُخْزِنَا يَوْمَ
الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيعَادَ.
رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ
عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا
قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ
إِمَامًا.
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ
عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا،
وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ
زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ
شَرٍّ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ
سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَتَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ.
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي
اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ.
